Today is Tuesday, 06 January 2009
Give us feedback to improve our services

Home
Job Seeker
Employer

HR Corner
FAQ
Help

JobKita.com: For Better Future
JobKita.com: For Better Future Jangan lewatkan Lokakarya 2009 Persembahan dari Jobkita.com! Mulai dari Mengembangkan Etos Kepemimpinan Yang Tangguh Dalam Menghadapi Krisis Keuangan Global, Waktu : Selasa & Rabu, 20-21 Januari 2009 Tempat : Hotel Menara Peninsula Jakarta / Setara Investasi : Rp 3.000.000/ peserta(Rp 2.500.000/ peserta sampai tanggal 6 Januari 2009) JobKita.com: For Better Future Membangun Kinerja Tinggi Bagi Perusahaan Dalam Situasi Krisis Keuangan Global, Waktu : Selasa & Rabu, 10-11 Februari 2009 Tempat : Hotel Menara Peninsula Jakarta/Setara Investasi : Rp 3.000.000/ peserta(Rp 2.500.000/ peserta sampai tanggal 27 Januari 2009); Mengembangkan Keahlian Tehnik Pendelegasian Untuk menjadi manager profesional => Waktu : Rabu & Kamis, 29 & 30 April 2009 Tempat : Hotel Crowne Plaza Jakarta/ Setara Investasi : Rp 3.000.000/ peserta(Rp 2.500.000/ peserta sampai tanggal 15 April 2009) JobKita.com: For Better Future Menyusun SOP Untuk Menjadi Organisasi Perusahaan Yang Unggul Waktu : Kamis & Jumat, 22-23 Januari 2009 Tempat : Hotel Menara Peninsula Jakarta/Setara Investasi : Rp 3.000.000/ peserta(Rp 2.500.000/ peserta sampai tanggal 8 Januari 2009) JobKita.com: For Better Future Menyusun Sistem Penentuan Struktur Tunjangan Berdasarkan Individu dan Unit Kerja => Waktu : Kamis & Jumat, 12-13 Februari 2009 Tempat : Hotel Menara Peninsula Jakarta/Setara Investasi : Rp 3.000.000/ peserta(Rp 2.500.000/ peserta sampai tanggal 29 Januari 2009); Mengembangkan keahlian Manager dalam tehnik coaching yang tepat untuk meningkatkan kinerja karyawan => Waktu : Kamis & Jumat16 & 17 April 2009 Tempat : Hotel Crowne Plaza Jakarta/ Setara Investasi : Rp 3.000.000/ peserta(Rp 2.500.000/ peserta sampai tanggal 2 April 2009) JobKita.com: For Better Future Survey Kepuasan Kerja Karyawan Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan => Waktu : Selasa & Rabu, 24-25 Februari 2009; Menyusun Sistem Penentuan Struktur Tunjangan Berdasarkan Individu dan Unit Kerja => Waktu : Selasa & Rabu, 14-15 April 2009 Tempat : Hotel Menara Peninsula Jakarta/Setara Investasi : Rp 3.000.000/ peserta(Rp 2.500.000/ peserta sampai tanggal 1 April 2009); Tempat : Hotel Crowne Plaza Jakarta/ Setara Investasi : Rp 3.000.000/ peserta(Rp 2.500.000/ peserta sampai tanggal 10 Februari 2009) JobKita.com: For Better Future Mengembangkan Etos Kepemimpinan Yang Tangguh Dalam Menghadapi Krisis Keuangan Global => Waktu : Kamis & Jumat, 26-27 Februari 2009 Tempat : Hotel Crowne Plaza Jakarta/ Setara Investasi : Rp 3.000.000/ peserta(Rp 2.500.000/ peserta sampai tanggal 12 Februari 2009); Survey Pemasaran - Kualitas Produk/Jasa dan Kepuasan Konsumen/Pelanggan => Waktu : Selasa & Rabu, 10-11 Maret 2009 Tempat : Hotel Menara Peninsula Jakarta/Setara Investasi : Rp 3.000.000/ peserta(Rp 2.500.000/ peserta sampai tanggal 24 Februari 2009); Pendaftaran & Informasi => Etsa/Adri Tel : 021 7234118/ 71372052 Mobile : 0813 811 88428/ 0899 5625482 Fax : 021 7234117 e-mail : adri@jobkita.com / training@jobkita.com
User ID
Password
 

Forget your password ?

Don't have any account yet?

Help our Foundation!
Donate our Foundation!
Your donation can reduce Indonesian unemployment rate...

RuangKerja Software Engineering

English First

Jobkita.com

GrowURL.com

jobkita

PERSPEKTIF KEPEMIMPINAN

PERSPEKTIF KEPEMIMPINAN:
PEMIMPIN YANG TANGGUH MENGHADAPI ABAD 21
Oleh :Dr. Sumarhadi, SE,MM

Bagian 1 :

Sejak munculnya isu global hingga awal abat 21 ini, telah banyak terjadi perubahan-perubahan yang revolusioner. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang sangat pesat, dan semakin mendorong ke arah percepatan perubahan di berbagai kehidupan manusia

Dunia bisnis dan juga tidak ketinggalan dunia pemerintahan kian hari kian terdesak oleh nilai-nilai yang terus berganti dengan durasi waktu relatif singkat. Orang-orang yang terlibat di dalam organisasi kerja, tidak peduli para pemimpin dan pengikut, mereka terus berpacu mencari jalan untuk mengatasi masalah-masalah yang selalu muncul silih berganti akibat tantangan perubahan ini.

Eksistensi organisasi di jaman super pentium ini sangat tergantung pada kemampuan orgnisasi itu dalam menggerakkan orang-orang yang terlibat di dalamnya untuk terus berubah dan mengikuti perubahan sesuai nilai-nilai di mana sasaran-sasaran organisasi itu telah ditetapkan. Untuk itu diperlukan orang-orang yang memiliki visi, dan mewujudkan visi itu dengan semangat dan moral yang tangguh, serta menjunjung tinggi rasa hormat. Mereka itulah yang disebut sebagai pemimpin. Ia mewujudkan visi organisasi bersama orang-orang yang mendukung dan melakukan apa yang diinginkan pemimpin secara sukarela. Tanpa pemimpin seperti ini, organisasi akan kehilangan arah dan segera tergelincir ke dalam situasi ”ketidak-pastian” di dalam organisasi itu sendiri.

Seperti Apa Pemimpin itu?


Kita sering mendengar kisah-kisah atau membaca buku-buku yang mengulas tentang mitos kepemimpinan. Ada di antara mereka mengasumsikan bahwa pemimpin itu merupakan sosok yang dilahirkan dengan sifat-sifat luar biasa yang ada di dalam dirinya. Pemimpin itu merupakan sosok yang dengan bakat-bakatnya mampu melakukan hal-hal yang luar biasa. Jika asumsi ini diyakini oleh semua orang, maka keyakinan semacam ini akan membelenggu potensi-potensi yang besar yang ada pada diri setiap orang dan pada akhirnya hanya sedikit saja orang-orang yang memiliki keberanian untuk tampil sebagai pemimpin.

Lalu, ”seperti apakah pemimpin itu?” Pertama, melalui kekuatan emosinya yang konstruktif, seseorang akan mampu mengambil inisiatif dalam kondisi-kondisi kritis, sebelum orang-orang lain melakukannya. Kedua, tindakan inisiatif dan yang diikuti oleh tindakan rasional ini, akan menimbulkan pengakuan secara rasional dari orang-orang di sekelingnya, sehingga mereka tergerak untuk mengikuti tindakan pioner dari sang pengambil inisiatif tersebut. Ketiga, munculnya orang-orang yang mengikuti tindakan sang pengambil inisiatif, akan membentuk sinergi antara yang diikuti dan yang mengikuti, dan sinilah muncul terpenuhinya salah satu syarat terjadinya jaringan kepemimpinan-pengikut. Keempat, kekuatan emosi yang konstruktif juga membangkitkan intuisi-intuisi yang kuat sehingga menumbuhkan impian-impian atau visi, dan energi untuk berjuang secara gigih dalam mencapai visinya, dan membuat hal-hal terjadi; dia tidak hanya menonton apa yang terjadi; dan dia tidak hanya bertanya-tanya tentang apa yang sedang terjadi.

Bagaimana Karakteristik Kepemimpinan yang Tangguh?

Saya akan mencoba menguraikan beberapa konsep mengenai karakteristik kepemimpinan berdasarkan konsep-konsep kepemimpinan, seperti berikut ini.

Impian sebuah Visi

Andrew Matthews menyatakan betapa pentingnya sebuah impian, bahwa: Kita harus menghargai imajinasi kita; kemampuan kita bermimpi; karena orang-orang paling berprestasi sejak dimulainya sejarah, adalah para pe-mimpi yang, menyatukan keringat serta aspirasi mereka, membuahkan kontribusi yang unik: Leonardo Da Vinci, sewaktu masih berusia duabelas tahun dan sama sekali belum terkenal, bersumpah, ”Saya akan menjadi salah satu seniman terbesar di dunia dan suatu ketika saya akan tinggal bersama para raja dan berjalan-jalan bersama para pangeran”; Ketika masih bocah, Napoleon menghabiskan waktunya berjam-jam menaklukkan Eropa di dalam pikirannya, memimpikan bagaimana ia akan memimpin dan mengatur bala tentaranya. Yang terjadi selanjutnya adalah apa yang telah tercatat dalam sejarah; Wright bersaudara mengubah mimpi mereka menjadi pesawat terbang; Henry Ford mengubah mimpinya tentang mobil yang terjangkau oleh siapa saja menjadi pabrik assembly line; Bahkan ketika masih kanak-kanak, Niel Amstrong bermimpi mengharumkan namanya di bidang penerbangan. Pada Juli 1969, ia menjadi orang pertama yang berjalan di bulan.

Kemampuan untuk menjadi seorang ber-visi berhubungan dengan bakat yang bersifat rohani; beberapa orang tampaknya terlahir dengan bakat ini. Bagaimanapun juga, banyak yang memiliki bakat alam ini, namun tidak memiliki karakter seperti ketetapan hati, kegigihan, dan lain-lain untuk mengubah visinya menjadi kenyataan. Inilah para pe-mimpi yang banyak bicara tetapi jarang melakukan apa yang dikatakannya. Oleh karena itu, impian yang menggambarkan visi dapat dicapai manakala didukung oleh karakter pribadi seperti ketetapan hati, kegigihan, dan kemampuan untuk memformulasikan visi tersebut.

Mengkomunikasikan Visi dan Bagaimana Mencapainya

Jack Welch menyatakan dalam suatu wawancara yang dilakukan oleh Noel Tichy dan Ram Charam bahwa: ”Seorang pemimpin bisnis yang baik menciptakan suatu visi, mengungkapkan visi tersebut, secara bersemangat memiliki visi tersebut, dan secara gigih mencapainya.

Gagasan Jack Welch tersebut menyiratkan bahwa pemimpin memiliki visi dan menerjemahkan visi itu menjadi sasaran-saran yang jelas dan di dalam tujuan itu ada peluang; Ada rencana untuk mencapai tujuan itu dan dengan konsisten bersama-sama dengan pengikutnya bersedia mengejar tujuan itu. Pemimpin bersedia membantu pengikutnya ketika pengikut itu belum mampu memahami apa arti tujuan organisasi. Pemimpin bersedia membimbing para pengikutnya untuk mencapai prestasi yang terus meningkat dari waktu ke waktu baik bagi pribadi pengikut maupun sukses organisasi. Pemimpin memiliki bahasa dan komunikasi yang jelas dan terdefinisi dengan baik, sehingga bahasa pemimpin merupakan bahasa yang populer bagi kalangan pengikutnya.

Dalam upaya mencapai prestasi itu, pemimpin sadar bahwa ia tidak bisa melakukannya sendirian. Dibutuhkan orang-orang untuk menyelesaikan sesuatu yang luar biasa dalam organisasi. Pemimpin memupuk kolaborasi dengan mengedepan-kan tujuan bersama dan membangun kepercayaan. Pemimpin membentuk tim dengan semangat kesatuan. Pemimpin menunjukkan rasa saling membutuhkan dan perasaan bahwa ”kita semua menjalani ini bersama-sama”. Pemimpin mengerti bahwa sikap saling menghormati dapat memperkuat usaha yang luar biasa. Pemimpin memperkuat orang lain dengan berbagai kekuasaan dan menyediakan pilihan, membuat setiap orang merasa kompeten dan percaya diri. Mereka mengembangkan diri dan memelihara martabat manusia.

Selanjutnya, saya akan membahas lebih lanjut mengenai konsep karakteristik kepemimpinan di dalam artikel lain (bagian kedua, dan seterusnya). Semoga tulisan ini dapat membuka wawasan para pelaku usaha termasuk para pemimpinnya.

Salam Sukses!!!
***************************************************************************************************
Penulis adalah pengajar pada Program PascaSarjana Universitas Prof.Dr. Moestopo(beragama)

 

Other HR Corner
PERSPEKTIF KEPEMIMPINAN
UU No.13/2003- Hubungan Kerja
UU No.13/2003- Penempatan Tenaga Kerja
UU No.13/2003- Pelatihan Kerja
UU No.13/2003- Perencanaan&Informasi Tenaga Kerja
UU No.13/2003- Kesempatan & perlakuan yang sama
UU No.13/2003- Landasan,asas dan tujuan
UU No.13/2003- Ketentuan Umum
Pendelegasian Pekerjaan
Prevent Backlash Against Online Resume

 

Jobkita.com

 

Company Info | Privacy Policy | Terms of Service
Head Office
Denpasar Branch
Jl. Radio Dalam Raya No.4A Jakarta Selatan 12140
Phone (6221)7234 118, (6221)724 3637 (Hunting) Fax (6221)7234 117

Perum Bukit Pratama Jl. Gong Kebyar No. 50 Gua Gong Jimbaran Bali
Phone (62361)848 1669, (62361)993 9268 (Hunting) rachmat@jobkita.com

Copyright © 2007 JobKita.com. All rights reserved. Copyright/IP Policy.